Kamis, 25 Mei 2017

Kisah Hikmah

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Alhamdulillahirabbil ‘alamin wassalatuwassalamu’ala sayyidil mursalin wa’ala alihi wasohbihi ajma’in, ‘amma ba’du. Puji dan syukur marilah kita panjatkan akan kehadirat Allah Swt, yang atas berkat limpahan rahmat-Nya kita dapat menikmati manisnya iman dan indahnya islam.
Salawat juga salam tak pernah lupa kita hadiahkan kepada jujungan agung kita, nabi akhir zaman, yaitu Nabi Muhammad SAW. Atas perjuangan Beliau kita dapat mengenal islam sebagai agama yang rahmatan lil’alamin. Semoga kita sentiasa selalu menegakkan sunnah-sunnah Beliau hingga akhir hidup kita nanti.
Teman-teman rahimakumullah, pada hari ini saya ingin berbagi sebuah kisah yang menarik. Kisah ini merupakan cara bagaimana belajar dalam islam, terutama semangat dalam menghafal. Nama pemuda ini adalah Ahmad bin Ali, Beliau di kenal pemuda yang cerdas sejak kecil. Namun pada suatu ketika Beliau merasa kesulitan dalam menghafal sebuah hadis Al-Bukhori. Kemudian datanglah Ia menghadap seorang syekh terkemuka di desanya, syekh tersebut merupakan gurunya juga.
Ketika bertemu dengan gurunya, Ia menceritakan kesulitanya dalam belajar. Lantas tanpa ada basa basi lagi, beliau bertanya kepada syekhnya, “Ya Syekh, mengapa akhir-akhir ini saya sangat merasakan sulit dalam menghafal? Rasanya kepala ini seperti batu?” Syekhnya lantas tersenyum dan menjawab pertanyaan pemuda itu dengan tenang
Wasiat Syekh tersebut menjadi awal mula julukan kepada Ahmad bin Ali kelak. Gurunya mewasiatkan kepada beliau bahwa, jika kamu ingin mudah dalam belajar baik itu menghafal atau apapun yang hubungannya dengan ilmu pengetahuan. Pertama yang harus kamu lakukan adalah tingkatkan ketakwaanmu kepada Allah Swt.
Masyaallah, ternyata pesan pertama sederhan teman-teman. Mungkin kalian banyak yang berfikir bahwa kalau mau pintar yah langkah awalnya adalah belajar, atau banyak membaca? Itu memang benar tidak boleh disalahkan. Namun ada yang lebih utama, yaitu sebelum belajar kita harus meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Ketika kita dapat meingkatkan ketakwaan, maka  tidak perlu bersusah-payah dalam belajar Allah langsung yang mengajarkan kita dan membukakan gudangnya ilmu kepada kita.
Nasihat ini sesuai dengan sebuah ayat dalam Alquran, pada surah 2 Al-Baqarah ayat ke-282 pada ujung ayatnya.
“Dan betakwalah kepada Allah, dan Allah akan mengajarkanmu..” Q.S.2:282.
Ketika kita sudah meningkatkan takwa kepada Allah, maka Allah langsung yang ajarkan kita. Dalam artian Allah memudahkan kita menyerap ilmu-ilmu yang kita peroleh baik dari guru, dari teman, sahabat, atau alam sekitar kita. Lantas apa arti bertakwa tersebut? Secara sederhana definisi takwa adalah, menjalankan segala yang diperintahkan Allah Swt kepada kita dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya.
Nasihat kedua dari gurunya adalah, belajarlah seperti air yang menetesi batu. Apa maksudnya? Liahatlah cara kerja air, tidak sekeras batu memang tetapi ketika air tersebut menetes sedikit-sedikit kepada batu yang keras, lama-kelamaan maka batu itu akan hancur. Artinya ketika dalam belajar kita harus bersabar seperti air yang menetesi batu. Setelah Ia mendapat pencerahan dari gurnuyag dam langsung dipraktekkan oleh Ahmad bin Ali sangat luar biasa hasilnya.
Allahu Akbar, hanya dalam hitunggan minggu tebuka semua kecerdasanya. Kemarin yang sulit terhadap kitab sahih Al-Bukhori, ketika di praktekan pesan dari gurunya beliau langsung hafal dalam hitungan minggu.
Tidak cukup sampai di situ, kecerdasan Ahmad bin Ali tersebut. Disyarahkan kitab sahih Al-Bukhori tersebut dengan tulisan yang kecil-kecil yang kelak menjadi buku yang terkenal, yaitu Fathul Barri yang bukan hanya satu jilid tetapi empat belas jilid. Inilah bukti jika kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dan bersabar dalam belajar. Tebuka semua gudang ilmu, karena kita tahu bahwa semua ilmu ada pada sisi Allah Swt.
Sekarang ubahlah mindset dengan percaya bahwa ilmu datang dari Allah Swt. Jika ingin berilmu kejarlah kepada pemilik ilmu yang sebenarnya.  Semoga kita dapat mengamalkan wasiat tersebut bersama, agar kita di mudahkan Allah Swt dalam menuntut ilmu. Hingga pada saatnya, Allah berkenan memberikan keberkahan setiap ilmu kepada kita. Kemudian dapat kita manfaatkan bagi sesama kita dan bagi dunia akhirat kita.
Semoga yang singkat ini bermanfaat dan kurang lebihnya mohon untuk dimaafkan. Kesalahan datang dari diri saya pribadi dan kebenaran datangnya dari Allah Swt. والله أعلمُ بالـصـواب
Billahitaufiq walhidayah.


وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sabtu, 13 Mei 2017

Misteri Masa Depan

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt, yang masih menaungi kita dengan nikmat iman dan islam. Salawat juga teriring salam senantiasa kita curahkan kepada nabi kita, nabi akhir zaman, yaitu Nabi Muhammad SAW. Semoga kita selalu dan senantiasa menghidupi sunnah-sunnahnya hingga akhir hayat kita kelak, aamiin.

Teman-teman sekalian yang berbahagia. Semoga keselamatan selalu Allah limpahkan kepada kita dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Masa depan manusia adalah hal yang belum pasti. Bagaimana bisa pasti? Kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi ke depan nanti. Apakah menjadi berhasil ataukah menjadi gagal itu masih menjadi misteri di tangan-Nya yang Maha Kuasa.
Sebagai manusia yang normal, pasti mengkhawatirkan akan masa depan. Sebagimana Allah Swt berfirman yang artinya:

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” Q.S:2:155.
Memang masa depan Allah rahasiakan kepada kita agar kita tidak hanya bersantai-santai, akan tetapi serius dalam mengejarnya. Andai masa depan adalah hal yang pasti, mungkin kita hanya pasrah kepada nasib dan sangat mudah berputus asa. Oleh sebab itulah Allah merahasiakan masa depan kepada kita, baik itu hal karier kita ke depan nanti atau jodoh kita dan umur kita. Itu semua Allah rahasiakan agar Ia melihat siapa hamba-hamba-Nya yang terbaik.
Allah Swt berfirman dalam Alquran surah Al Mulk pada ayat yang ke-2:
“Allah menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” Q.S.67:2.
Jadi dari ayat di atas, kita mengetahui bahwa hidup ini adalah ujian yang Allah berikan kepada kita agar Allah melihat siapa di antara hamba-hambanya yang terbaik amalnya. Yang terbaik amalnya bukan hanya kepada Allah saja, namu juga baik amalnya kepada sesama manusia.
Teman-teman rahimakumullah, kesuksesan akan mudah diraih apabila kita senantiasa bersama Allah Swt dalam setiap aktivitas kita. Allah lah sumber dari kebahagian dan kesuksesan. Jadi jika ingin hidup sukses, masa depan yang cemerlang dan mudah dalam menjalaninya maka dekatlah selalu kepada sang pemilik kehidupan, pemilik kesuksesan, dan pemilik kebahagiaan. Semua itu hanya milik Allah Swt.
Dekat dengan Allah itu sangat teramat indah, ketika kita mendengar azan dan kita mampu melangkahkan kaki kita ke rumah-Nya walau jauh itulah kenikmatan yang tiada tara. Ketika wajah yang mulia ini kita hinakan dalam sujud untuk menyembah-Nya, itu juga keindahan yang tiada tara. Ketika semua masalah kehidupan yang tidak pasti kita adukan dalam doa bermohon kepada-Nya itu pun keindahan yang tiada tara. Jadi dekat lah selalu kepada Allah Swt.
Ingatlah selalu teman. Masa depan akhir kita adalah akhirat, kehidupan yang sebenar-benarnya. Allah Swt berfirman dalam Q.S.28:77 yang artinya:
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
Allah menginginkan kita mencari kehidupan akhirat tapi tidak lupa dengan kehidupan dunia kita. Jadi intinya adalah, jika kita ingin mengejar masa depan yang lebih baik, itu boleh, tetapi orientasikan semua kepada akhirat. Tanyakan kepada diri sendiri, apakah yang saya dapatkan di akhirat kelak ketika saya mengejar masa depan saya? Apakah ini baik atau tidak untuk dunia dan akhirat saya? Itu harus menjadi renungan dalam pada saat kita mengejar kesuksesan dunia. Semoga kita termasuk orang-orang yang di mudahkan dalam menggapai mana depan yang cemerlang di dunia dan di akhirat. Seperti doa yang sering Nabi SAW bacakan:
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab api neraka.” Q.S.2:201.
Semoga yang singkat ini bermanfaat untuk saya dan teman-teman sekalian. Kurang lebihnya mohon maaf. Kesalahan datang dari pribadi saya dan kebenaran milik Allah Swt sepenuhnya. والله أعلمُ بالـصـواب
Billahitaufiq walhidayah.


وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Jumat, 12 Mei 2017

Jangan Putus Asa dalam Berdoa

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt, yang masih menaungi kita dengan nikmat iman dan islam. Salawat juga teriring salam senantiasa kita curahkan kepada nabi kita, nabi akhir zaman, yaitu Nabi Muhammad SAW. Semoga kita selalu dan senantiasa menghidupi sunnah-sunnahnya hingga akhir hayat kita kelak, aamiin.

Teman-teman sekalian yang berbahagia. Semoga keselamatan selalu Allah limpahkan kepada kita dalam menjalankan aktivitas sehari-hari kita. Dari beberapa tulisan tentang doa sebelumnya, saya banyak menyeru agar kita berdoa kepada Allah Swt. Memang benar doa adalah sesuatu yang menakjubkan bagi orang-orang yang yakin terhadap keajaiban Allah Swt. Dengan berdoa apa yang tidak bisa pasti jadi bisa, asal kita pecaya atas doa yang kita panjatkan.

Dalam sebuah hadis qudsi yang di riwayatkan oleh Al Bukhori dan Muslim yang artinya:

Diriwayatkan dari Abu Hurairah R.a, Rasulullah SAW pernah bersabda:
Allah Ta’ala berfirman, “Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya…. ” (HR. Bukhari & Muslim)

Dari redaksi hadis di atas, Allah menyeru kepada kita agar bersikap optimis dalam setiap aktivitas, termasuklah dalam berdoa kepada-Nya. Apabila kita percaya akan setiap doa kita Allah jawab, pasti akan terjawab. Namun jika kita berfikir bahwa tidak akan terkabul, maka yang akan terjadi tidak ada pengabulan doa yang kita panjatkan. Tapi mohon diingat teman-teman sekalian, Allah pasti mengijabah setiap doa yang dipanjatkan hamba-Nya. Oleh sebab itu mari kita selalu yakin bahwa Allah pasti menjawab setiap doa yang kita panjatkan.

Teman-teman rahimakumullah. Banyak ayat yang berbicara mengenai Allah pasti akan mengabulkan setiap permohonan, seperti Q.S.2:186, Q.S.8:9, dan Q.S.40:60. Jadi mulai saat ini tanamkan bahwa Allah selalu mendengar keluhan-keluhan hamba-Nya.

Ketika kita percaya akan keajaiban Allah Swt, apapun bisa terjadi. Seperti Nabi Ibrahim a.s yang tidak terbakar oleh api, berkat doa dan keyakinannya kepada Allah. Layaknya seperti kisah Nabi Zakariyah a.s, yang tak pernah putus berdoa kepada Allah meski istrinya telah divonis mandul akan tetapi ketika Allah berkehendak, lahirlah seorang anak yang bernama Yahya yang sangat salih. Apakah hanya pada nabi saja itu dapat terjadi? Tidak kawan, karena dalam redaksi ayat Q.S. 2:186, sapaan Allah bukan untuk nabi tapi untuk hamba-hamba-Nya.

Tapi ingat teman-temanku yang insyaallah senantiasa dirahmati Allah Swt. tidak setiap doa itu sesuai dengan yang kita harapkan. Allah mengabulkan doa hamba-Nya itu sesuai keperluanya bukan sesuai keinginan hamba-Nya. Ada 3 cara Allah Swt mengabulkan doa kita, antaralain;

1. Langsung Allah Swt kabulkan sesuai dengan apa yang kita pintakan.
2. Tidak dilangsungkan namun ditangguhkan ketika kita sudah siap.
3. Tidak dijawab sesuai permintaan, tetapi diganti dengan yang lebih baik dari permintaan kita.

Jadi teman-teman sekalian jangan pernah berprasanka bahwa Allah tidak mengabulkan doa kita. Bermuhasabahlah, terkadang Allah Swt sudah menjawab doa kita, namun kita tidak menyadarinya.

Mungkin hanya itu yang dapat saya share pada kesempatan kali ini. Semoga yang singkat ini bermanfaat bagi diri saya dan teman-teman sekalian. Semoga juga, Allah selalu limpahkan karunianya kepada kita semua dan keberkahanya. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Kekurangan datang dari diri saya pribadi, kebenaran datangnya dari Allah. Billahitaufiq wal hidayah

والله أعلمُ بالـصـواب

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Kamis, 11 Mei 2017

Berdoalah II

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Alhamdulillah wasyukurillah Lahaula wala kuwata illabillah, wassalatuwassalamu'alarosulillah 'ammaba'du. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Ilahirobi, yang masih berkenan memberikan kepada kita semua kenikmatannya. Utamanya adalah nikmat iman dan islam. Semoga Allah Swt mempertahankan keimanan dan keislaman kita sampai akhir hayat kita kelak.

Salawat teriring salam juga tidak henti-henti kita sanjungkan kepada nabi agung, yaitu Nabi Muhammad SAW yang membawa kita dari zaman kelam menjadi zaman yang terang benderang. Semoga kita istiqomah selalu meneladani sikap beliau yang sungguh mulia. Aamiin.. Allahumma Aamiin.

Teman-teman rahimakumullah, seperti pada tulisan sebelumnya yang membahas tentang doa. Insyaallah kita akan melanjutkanya dengan dalil yang berbeda. Dalil tentang berdoa terdapat banyak dalam Alquran, antara lain Q.S.2:186,Q.S.7:205,Q.S.8:9,Q.S.40:60 dan juga di banyak hadis-hadis.
Mari kita sejenak membahas sedikit dari ayat yang banyak tersebut.

Allah Swt berfiran dalam Alquran surah ke-40 pada ayat 60 yang artinya.

"...Maka berdoalah kedapa-Ku maka akan Aku kabulkan..." 

Pada ayat ini Allah Swt menyeru kepada kita untuk meminta apapun kepada-Nya. Punya masalah ingin diselesaikan masalahnya silahkan berdoa, ingin punya rezeki lebih silahkan mintakan kepada Allah Swt, ingin mendapat jodoh atau memantapkan hati silahkan berdoa kepada Allah Swt. Jadikanlah setiap sebelum melakukan aktivitas kita mulai dari bangun tidur sampai tidur kita kembali awali semua dengan doa. Insyaallah ketika setiap ativitas yang kita lakukan diawali dengan doa maka akan terdapat keberkahan dan kemudahan didalamnya.

Teman-teman rahimakumullah, kita semua tahu dengan Nabi Musa a.s. Seorang utusan Allah Swt untuk Bani Israil. Bayangkanlah seorang Nabi, yang dapat berbicara langsung dengan Allah Swt, yang selalu dekat dengan Allah Swt, tapi masih berdoa ketika diperintahkan Allah Swt untuk pergi menghadap Firaun. Lalu bagaimana dengan kita? Yang tidak bisa bercakap langsung kepada Allah, yang masih sering lalai, patutkah kita tidak berdoa?

Doa Nabi Musa a.s terdapat dalam surah 20:25-28. Jadikanlah doa itu kebutuhan primer dalam hidup kita, jangan jadikan doa hanya ketika datang masalah saja. Ketika kitamenjadikan doa hanya pada waktu sulit saja, maka Allah Swt akan membuat kita sulit terus. Mengapa begitu? Ya agar kita selalu berdoa kepada-Nya. Jadi jika ingin doa cepat terkabul jangan berdoa ketika butuh saja, tapi jadikan lah doa itu sebagai kebutuhan.

Teman-teman rahimakumullah,terdapat banyak redaksi doa dalam Alquran. Jadi ketika kita ada masalah kesulita bisa kita amalkan doa Nabi Musa tersebut. Ketika ingin betaubat dapat kita amalkan doa dalam Q.S.2:286. Ketika ingin mendapatkan hidangan dari langit silahkan amalkan doa dalam Q.S.5:114 dan masih banyak lagi redaksi doa dalam Alquran yang bisa kita amalkan.

Semoga kita termasung orang-orang yang tak berhenti berdoa kepada-Nya. Mungkin ini yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Semoga bermanfaat untuk diri saya pribadi dan teman-teman sekalian. Kekurangan datangnya dari diri saya dan kebenaran datangnya dari Allah Swt. Terima kasih billahitaufiqwal hidayah

والله أعلمُ بالـصـواب

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Rabu, 10 Mei 2017

Berdoalah

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Alhamdulillahirabbil'alamin... wa 'ala umuriddunya waddin... wasalatuwasalamu'ala sayyidilmursalin wa'ala 'alihi ajma'in, 'amma ba'du. Puji dan syukur kita panjatkan akan karunia Allah Swt yang telah memberikan kita nikmat yang tak lagi dapat kita hitung-hitung. Allah Swt berfirman bahwa sesunggunya manusia tidak akan dapat menghitung nikmatya.

"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya..." Q.S.16:18

Sungguh Dialah Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada hamba-Nya yang selalu bersyukur atas nikmat-Nya. Semoga kita termasuk orang yang dapat mensyukuri nikmat yang Dia anugrahkan kepada kita setiap saat.

Salawat juga teriring salam selalu kita hadiahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang telah memmbawa kita dari zaman kegelapan menuju jalan yang terang penuh cahaya. Semoga kita termasuk umat yang teguh menjalankan sunnah-sunnahnya setiap saat. Sehingga Allah Swt izinkan kita berkumpul bersamanya di surga-Nya nanti.

Manusia adalah makhluk yang penuh kekurangan dan lemah. Kemampuan manusia sangatlah terbatas. Ketika dalam bekerja pasti akan meninggalkan rasa lelah, ketika kurang tidur pasti akan merasakan kantuk, dan juga ketika tidak makan pasti akan menghadirkan lapar. Itulah manusia penuh kekurangan. Oleh karena itulah, Allah Swt sebagai pencipta manusia ingin manusia mudah dalam menjalankan kehidupan. Allah sendiri yang berfirman dalam surah al baqarah ayat 185, yang artinya,

"...Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu..."

Bagaimana agar kita dapat menggapai kemudahan dalam menjalani hidup? Yaitu dengan cara, jangan pernah tinggalkan berdoa. Doa merupakan curahan isi hati seorang hamba kepada Tuhannya. Allah Swt sangat mencintai orang-orang yang berdoa kepadanya, dan membenci orang-orang yang tidak berdoa kepadanya. Mengapa Allah mencintai orang yang berdoa dan membenci yang tidak berdoa? Karena dengan berdoa kita mengaku bahwa kita tidak memiliki kekuasaan sedikitpun atas segala sesuatu, sehingga kita memohon dan berharap seraya terus mengagungkan-Nya. Namun sebaliknya, ketika orang tidak berdoa maka ia termasuk orang-orang yang sombong dan Allah sangat benci kepada orang yang sombong.

Maka dari itu perbanyaklah berdoa kepada Allah Swt. Allah Swt berfirman yang artinya,

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang-Ku kepadamu (Muhammad) maka sesungguhnya Aku dekat,  Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku..." Q.S. 2:186

Ketika diberi kemudahan untuk meminta jangan sampai kita sia-siakan peluang tersebut. Jangan sampai kita termasuk golongan orang yang sombong.

Teman-teman yang di rahmati oleh Allah Swt. Mari kita selalu berdoa di setiap saat, agar apa yang kita lakukan bernilai ibadah dan diberi keberkahan oleh-Nya. Percayalah akan doa kita maka akan muncul keajaiban yang kadang mustahil itu terjadi. Jangan pernah berhenti berdoa terus dan teruslah berdoa sampai Allah mengabulkan doa kita. Andai kata doa kita tidak sesuai dengan keinginan kita tetaplah percaya bahwa Allah Swt memberi jalan terbaik untuk kita. Jaga selalu sikap husnuzon kepada Allah Swt.

Mungkin kali ini saya cukupkan terlebih dahulu. Semoga Allah Swt berkehendak agar saya dapat melanjutkan kembali pembahasan tentang doa ini. Perkara doa ini adalah perkara yang cukup menarik dan butuh waktu yang cukup lama untuk kita diskusikan. Semoga apa yang saya tuliskan saat ini bermanfaat bagi diri saya maupun teman-teman sekalian. Kurang dan lebihnya mohon di maafkan, kesalahan datag dari diri saya pribadi dan kebenaran hak penuh milik Allah Swt. Afwa minkum.


والله أعلمُ بالـصـواب

  وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selasa, 09 Mei 2017

Nikmatnya Besyukur

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt, yang masih berkenan memberikan kepada kita nikmatn-Nya. Nikmat yang paling utama adalah Iman dan Islam. Andai Allah Swt cabut keimanan kita niscaya kita akan celaka di akhirat kelak. Oleh karena itu, marilah mensyukuri nikmat iman ini dengan selalu menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan segala laranganya.

Salawat teriring salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. Berkat perjuangan dan dedikasinya kita dapat menikmati indahnya iman dan damainya islam. Semoga kita menjadi umat setia beliau, dan senantiasa mengikuti sunnah beliau hingga akhir hayat kita nanti. Sehingga kita dapat dipertemukan bersama beliau di surga Allah kelak. Aamiinn Ya Robbal 'alamin.

Allah berfiriman di dalam Alquran surah Ibrahim ayat 7:

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya akan Aku tambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu ingkari (nikmat-Ku), maka azab-Ku sangat berat" Q.S.14:7.

Nikmat, sebuah kata yang sangat besar manfaatnya. Namun terkadang kita sering lupa dengan kata tersebut. Nikmat sangat kita perlukan dalam menjalani kehidupan di dunia ini, agar mudah dalam menjalankan setiap aktivitas kita. Allah Swt senantiasa memberikan nikmat-Nya kepada umat manusia. Akan tetapi sebagai manusia yang doif (lemah) kita sering lalai terhadap nikmat yang Allah Swt berikan kepada kita. Sering tampaknya kita mengabaikan nikmat yang diberika-Nya kepada kita.

Nikmat yang paling penting yang Allah anugrahkan kepada kita antaralain:

1. Nikmat Iman. 

Sejauh mana kita mensyukuri nikmat iman yang Ia anugrahkan kepada kita?  Sudahkah kita menjalankan perintah-perintah-Nya secara kaffah? atau kita hanya mengaku beragama islam tapi tidak menjalankan perintah-perintah-Nya? Malu rasanya diri ini, ketika Allah masih berkenan menitipkan iman dalam jiwa dan hati kita, namun kita tidak mensyukurinya dengan menjalankan segala perintahnya secara kaffah. Tidakkah kita sudah mengkufuri nikmatnya? Ya Allah ampuni kami Ya Allah yang belum sempurna keimanan kami, jangan engkau cabut Ya Allah nikmat keimanan dalam diri kami Ya Allah.

Teman-teman seiman, marilah kita selalu menjaga keimanan kita, dan jangan sampai Allah mencabut keimanan kita. Karena ketahuilah jikalau kita kehilangan barang-barang, kita masih bisa kita membeli kembali, kalau kehilangan uang, masih bisa bekerja lagi. Namun kawan, ketika iman sudah hilang mau kita beli di mana? Uang tidak bisa membeli keimanan. Meskipun uang kita bagaikan gunung tetap kita tidak bisa membeli iman. Karena keimanan itu hak prerogatifnya Allah. Intan yang paling mahal dan mutiara yang paling berharga itu mahal. Akan tetapi iman jauh lebih mahal dari keduanya.

2. Nikmat Sehat. 

Sudahkah kita memanfaatkan kesehatan kita dengan benar? Atau kita hanya bersenang-senang dengan kesehatan yang Allah Swt berikan kepada kita? Ingat sebuah pepatah mengatakan, manfaatkan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Hari ini masih banyak orang yang terbaring sakit ingin merasakan nikmat sehat. Teman-teman rahimakumullah, manfaatkan waktu sehat kita dengan sebenar-benarnya, sebelum Allah mencabut nikmat sehat dalam diri kita ini.

Jangankan sakit yang berat, ketika kita merasakan sakit gigi saja terkadang kita merasa tidak nyaman bukan? Makan tidak nyaman, tidur tidak nyaman, apalagi berjalan. Banyangkan, itu hanya nikmat sehatnya gigi yang Allah cabut? Lalu bagaimana jika tangan yang tak dapat bergerak? Mata tak dapat lagi melihat? Telinga yang tak lagi bisa mendengar? Tubuh yang tak mampu lagi bekerja? Oleh karena itu, selama sehat masih Allah anugrahkan maka jangan kita sia-siakan begitu saja waktu sehat kita.

Teman-teman rahimakumullah. Andai kita ingin menghitung nikmat yang Allah berikan kepada kita niscaya kita tidak dapat menghitungnya. Allah Swt berfirman yang artinya:

"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah niscaya kamu tidak dapat menghitungnya..." Q.S.16:18.

Janji Allah Swt adalah benar adanya, manusia sangat terbatas namun nikmat Allah sangatlah luas. Sudahkah kita mengucapkan hamdalah pada hari ini? Jika belum ucapkanlah dan ingat kembali nikmat yang Allah berikan kepada kita hari ini.

Sahabat Abu Hurairoh pernah meriwayatkan Hadis bagaimana agar kita menjadi hamba yang bersyukur, ini tertulis dalam sahih Al Bukhori hadis no 6490, yang artinya sebagai berikut,

"Lihatlah kepada orang-orang yang lebih rendah daripada kalian, dan janganlah kalian melihat kepada orang-orang yang berada di atas kalian, karena yang demikian itu lebih patut bagi kalian, supaya kalian tidak meremehkan nikmat Allâh yang telah dianugerahkan kepada kalian.” H.R Al Bukhori dan Muslim.


Teman-teman rahimakumullah, cara mensyukuri nikmat Allah salah satunya dengan melihat orang yang lebih rendah dari pada kita. Ingat bukan melihat orang rendah dari kita TETAPI melihat orang yang berada dibawah kita. Ini artinya ketika kita memiliki mobil, lihatlah mereka yang hanya memiliki motor. Ketika kita memiiki motor lihatlah mereka yang hanya bersepeda. Yang masih bersepeda lihatlah yang hanya berjalan kaki, dan begitu seterusnya. Indahnya kalau kita selalu bersyukur, pasti Allah akan menambah nikmat-Nya kepada kita.



Semoga yang singkat ini bermanfaat dan dapat menjadi renungan buat pribadi saya dan teman-teman sekalian. Semoga kita termasuk orang-orang yang mensyukuri nikmat Allah selalu dan juga semoga Allah berkenan selalu melimpahkan nikmat-Nya kepada kita semua. Aamiin... aamiin Ya Robbal 'alamin.


Yang benar datang dari Allah Swt, kekeliruan datang dari diri saya pribadi, Billahitaufik wal hidayah

والله أعلمُ بالـصـواب

  وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Senin, 08 Mei 2017

Kisah Hikmah

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Hamdan wa Syukru Lillah, salatan wa salaman 'ala Rasulillah 'amma ba'du. Bersyukur kepada Allah Swt  yang menjaga keiman kita sampai saat ini. Salawat beriring salam kita hadiahkan kepada jujungan alam, Nabi akhir zaman Nabi Muhammad SAW. Teman-teman Rahimakumullah, senantiasa saya mendoakan kesehatan dan keberkahan semoga selalu Allah Swt limpahkan kepada kita.


Sahabat rahimakumullah, pada kesempatan kali ini izinkan saya berbagi kisah yang insyaallah kita dapat mengambil hikmahnya. Kisah ini berawal dari sebuah pertanyaan seseorang kepada orang-orang sekampung yang dikumpulkannya. Apa pertanyaan orang tersebut sehingga mengumpulkan orang-orang sekampung tersebut?




Pertanyaan Ia adalah,di mana letak keadilan Allah Swt yang menciptakan syaitan dari api dan manusia dari tanah namun disiksa dengan siksaan yang sama yaitu dengan dibakar?

Adilkah Allah ketika syaitan yang tercipta dari api akan dibakar dengan api juga? apakah ia akan mersakan sakit seperti yang dirasakan sakitnya oleh manusia yang dibakar? Di mana keadilan Allah Swt?


Pertanyaan orang tersebut sulit dijawab oleh orang awam di kampung tersebut. Seorang yang dianggap sebagai tokoh dalam masyarakat tersebut pun tak bisa menjawabnya. Namun di kerumunan orang tersebut ada seseorang yang mengakat tanganya seraya berkata, "Saya akan menjawab pertanyaan Anda?" Ucapnya.



Dia adalah seorang pemuda yang masih beranjak menuju usia dewasa. Orang-orang di keruman tersebut saling berpandang-pandang seakan tak percaya. Orang yang bertanya tadi diminta anak tersebut untuk mendekat kepadanya. Ketika Ia sudah mendekat, tanpa banyak basa-basi langsung pemuda itu menampar orang yang bertanya tersebut.



Terkejutlah orang tersebut dan bertanya, "Mengapa kamu menampar saya?"



"Apakah Anda Merasa sakit?" Tanya pemuda tersebut.



"Ya, tentu kamu menampar dengan kuat!"



"Bagaimana Anda merasa sakit padahal tanggan yang saya gunakan untuk menampar Anda berbahan kulit, dan saya juga menampar pipi Anda yang juga kulit. Bagaimana bisa sama-sama kulit  merasakan sakit?" Tanya pemuda tersebut kepada orang yang bertanya.



Orang-orang di sekitar pun terdiam seakan tak percaya pertanyaan yang sulit tersebut telah dijawab oleh seorang pemuda. Tanpa banyak bicara orang yang bertanya tadi langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.



Pemuda itu bernama Nu'man bin Basyir atau Nu’man bin Tsabit bin Zuta bin Mahan at-Taymi dan sekarang yang kita kenal dengan gelarnya adalah Imam Abu Hanifah. Seorang imam mazhab besar yang terkenal dengan pemahaman ilmu fiqihnya yang luar biasa. Ia lahir di kuffah pada 80 H/ 699M dan meninggal di Bagdad pada tahun148 H/ 767 M.



Dari kisah tersebut banyak hikmah yang dapat kita ambil. Antara lain Allah Swt, sebaik-baik hakim dan sebaik-baik yang membalas perbutan hambanya. Selain itu, Jangan melihat sebelah mata pemuda, boleh jadi umurnya muda namun pemahaman agamanya sangatlah dalam. Semoga Allah Swt mengizinkan kita paham terhadap ajaran agama kita sendiri.



Semoga bermanfaat, kurang dan lebihnya mohon dimaafkan.kesalahan datang dari saya dan kebenaran sepenuhnya milik Allah Swt.


والله أعلمُ بالـصـواب

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Minggu, 07 Mei 2017

Hidup Mudah Bersama Alquran

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillah wassolatuwasala mu'ala rosulillah, 'amma ba'du. Segala puji bagi Allah Swt Tuhan semesta alam. Salawat juga salam terlimpah kepada Nabi junjungan kita Muhammad SAW kepada keluarga sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman nanti.

Islam adalah agama yang rahmatan lil 'alamin, ramat bagi seluruh alam. Islam tidak menghendaki kesukaran, namun islam selalu menginginkan kemudahan. Allah menurunkan Alquran sebagai pedoman hidup, bukan hanya umat islam tetapi untuk seluruh manusia.

"Bulan Ramdhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran petunjuk bagi manusia..." Q.S. 2:185.

Di dalam Alquran semua tata cara kehidupan manusia sudah diatur. Mulai dari ketauhidan, muamalah, sejarah, hukum dan banyak lagi. Inilah kitab petunjuk kehidupan. Apabila kita senantiasa menjadikannya sebagai imam kita, Alquran akan membantu kita untuk mencapai surganya Allah Swt. Namun sebaliknya, jika Alqur'an kita jadikan sebagai makmum kita maka Alqur'an tidak akan menolong kita menggapai surganya Allah Swt.

Apa yang di maksud Alquran sebagai imam dan makmum? Alquran sebgai imam maknanya adalah, kita senantia mengikuti apa yang diperintahkan di dalamnya, artinya kita sami'na wa ato'na. Bahwa ketika Alquran melarang berarti kita juga harus menjauhi. Akan tetapi jika Alquran memerintahkan maka kita harus konsekuen menjalaninya. Itulah yang di maksud Alquran sebagai imam.

Sedangkan jika Alquran kita jadikan sebagai makmum adalah, kita senantiasa mengatur ngatur Alquran, tidak senang dnegan ketentuan yang sudah tertulis di dalamnya. Jika ada ayat yang sesuai dengan keinginan maka kita agungkan Alquran, namun ketika ada ayat yang tidak nyaman untuk kita, kita ingkari Alquran itu. Seperti itulah perumpamaan orang yang menjadikan Alquran sebagai makmum.

Manusia yang selalu mengamalkan Alquran pasti akan dimudahkan oleh Allah Swt.

"... Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu... " Q.S 2:185

Dalam ayat tersebut sesungguhnya Allah Swt menginginkan kehidupan yang mudah untuk manusia. Dengan cara apa? Ya, dengan mengikuti tuntunan yang sudah di berikan. Apa itu tutunannya? Yang pasti, Alquran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Dalam ayat yang lain Allah berfirman;

"Kami tidak menurunkan Alquran kepadmu (Muhammad) agar engkau menjadi susah." Q.S. 20:2

Alquran di turunkan bukan membuat hidup manusia menjadi rumit melainkan ingin menjadikan mausia hidup lebih terarah. Agar lebih mudah dipahami, saya akan membuat sebuah perumpamaan.

Ada perusahaan mobil bernama Toyota. Perusahaan tersebut pasti mengeluarkan mobil beserta dengan buku panduannya, itu pasti. Jadi ketika ada kerusakan pada mobil suatu saat mekanik dapat berpedoman pada buku yang dikeluarkan bersama ketika memproduksi mobil tesebut.  Mekanik akan mudah memperbaiki kerusakan mobil tersebut.

Begitu juga dengan manusia. Allah Swt menciptakan manusia, Allah juga yang mengeluarkan buku petunjuk agar manusia mudah menjalani kehidupan, yaitu Alquran nul karim. Jadikan Alquran sebagai pedoaman dalam hidup, Allah akan mudahkan kehidupan kita.

والله أعلمُ بالـصـواب

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Berangkat dari ceramah KH Zainuddin mz : https://www.youtube.com/watch?v=heaYRPCv9fA

Sabtu, 06 Mei 2017

Ta'aruf

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh,

Alhamdulillah wa Syukurillah wala hawla wala kuwata illah billal. Mari kita senantiasa mengucapkan syukur kepada-Nya yang telah memberikan kita nikmat iman dan islam hingga sekarang. salawat juga salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan hingga sampai pada zaman terang benderang.

Nama saya Muhammad Fiqri Nur Ilmi Syaifullah, terkadang dipanggil Fiqri. Alhamdulillah pada tahun 2017 ini lulus dari MAN 2 Pontianak dan Insya Allah akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Saya anak pertama dari 3 bersaudara putra dari Bapak Faridi dan Ibu Rofaikah.

Alhamdulillah setelah belajar 12 tahun, dari MI sampai MA belajar agama ingin rasanya saya bermanfaat bagi sesama. Sebagaimana kita tahu sabda Nabi SAW "Sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfat bagi orang lain". Berdakwah adalah salah satu jalan yang dapat saya pilih untuk memanfaatkan ilmu yang telah Allah titipkan kepada saya. Saat ini ilmu saya masih rendah tapi dengan saling berbagi Insyaalah akan menambah ilmu baik saya maupun Teman-teman sekalian.

Selain itu, di riwayat lain disebutkan "Sampaikanlah diriku walau satu ayat", inilah yang membuat saya ingin selalu berbagi ilmu. Mungkin di antara teman-teman sekalian berkenan mengunjungi blog saya dapat berbagi bersama saya melalu email yang tertera atau alamat google yang ada. Saya berharap ini menjadi blog yang bermanfaat dunia dan akhirat, dan menjadi amal jariah.

Satu pesan saya, apapun yang saya tulis di blog ini apabila ada kekurangan mohon di maafkan. Jika teman-teman menemukan pendapat yang lebih kuat, tinggalkan pendapat yang tidak kuat yang saya tulis dan ambil pendapat yang kuat itu.

Namun terkadang juga terdapat perbedaan, pesan saya jangan saling mencaci dan menghujat. Selama masih dalam tuntunan Al quran dan As sunnah dan terdapat jelas tuntunannya hendaklah kita hormati perbedaan tersebut. Islam menghendaki kemudahan dalam beribadah bukan hendak menyulitkan. Mudah-mudahan apa yang saya bagi di sini bermanfaat.

Mungkin cukup sampai di sini perkenalan kita. Jika ada yang berkenalan lebih jauh bolehlah saling menyapa melalui email atau account google yang tertera. Insya Allah saya selalu mencoba berbagi dengan berdasarkan Al quran dan As sunnah. Terima kasih, wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.