السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللّهِ
الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Alhamdulillahirabbil ‘alamin
wassalatuwassalamu’ala sayyidil mursalin wa’ala alihi wasohbihi ajma’in, ‘amma
ba’du. Puji dan syukur marilah kita panjatkan akan kehadirat Allah Swt,
yang atas berkat limpahan rahmat-Nya kita dapat menikmati manisnya iman dan
indahnya islam.
Salawat juga salam tak pernah
lupa kita hadiahkan kepada jujungan agung kita, nabi akhir zaman, yaitu Nabi
Muhammad SAW. Atas perjuangan Beliau kita dapat mengenal islam sebagai
agama yang rahmatan lil’alamin. Semoga kita sentiasa selalu menegakkan
sunnah-sunnah Beliau hingga akhir hidup kita nanti.
Teman-teman rahimakumullah,
pada hari ini saya ingin berbagi sebuah kisah yang menarik. Kisah ini merupakan
cara bagaimana belajar dalam islam, terutama semangat dalam menghafal. Nama
pemuda ini adalah Ahmad bin Ali, Beliau di kenal pemuda yang cerdas sejak
kecil. Namun pada suatu ketika Beliau merasa kesulitan dalam menghafal sebuah
hadis Al-Bukhori. Kemudian datanglah Ia menghadap seorang syekh terkemuka di
desanya, syekh tersebut merupakan gurunya juga.
Ketika bertemu dengan gurunya, Ia
menceritakan kesulitanya dalam belajar. Lantas tanpa ada basa basi lagi, beliau
bertanya kepada syekhnya, “Ya Syekh, mengapa akhir-akhir ini saya sangat
merasakan sulit dalam menghafal? Rasanya kepala ini seperti batu?” Syekhnya
lantas tersenyum dan menjawab pertanyaan pemuda itu dengan tenang
Wasiat Syekh tersebut menjadi
awal mula julukan kepada Ahmad bin Ali kelak. Gurunya mewasiatkan kepada beliau
bahwa, jika kamu ingin mudah dalam belajar baik itu menghafal atau apapun yang
hubungannya dengan ilmu pengetahuan. Pertama yang harus kamu lakukan adalah
tingkatkan ketakwaanmu kepada Allah Swt.
Masyaallah, ternyata pesan pertama
sederhan teman-teman. Mungkin kalian banyak yang berfikir bahwa kalau mau
pintar yah langkah awalnya adalah belajar, atau banyak membaca? Itu memang
benar tidak boleh disalahkan. Namun ada yang lebih utama, yaitu sebelum belajar
kita harus meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Ketika kita dapat
meingkatkan ketakwaan, maka tidak perlu bersusah-payah
dalam belajar Allah langsung yang mengajarkan kita dan membukakan gudangnya
ilmu kepada kita.
Nasihat ini sesuai dengan sebuah
ayat dalam Alquran, pada surah 2 Al-Baqarah ayat ke-282 pada ujung ayatnya.
“Dan betakwalah kepada Allah, dan
Allah akan mengajarkanmu..” Q.S.2:282.
Ketika kita sudah meningkatkan
takwa kepada Allah, maka Allah langsung yang ajarkan kita. Dalam artian Allah
memudahkan kita menyerap ilmu-ilmu yang kita peroleh baik dari guru, dari
teman, sahabat, atau alam sekitar kita. Lantas apa arti bertakwa tersebut?
Secara sederhana definisi takwa adalah, menjalankan segala yang diperintahkan
Allah Swt kepada kita dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya.
Nasihat kedua dari gurunya
adalah, belajarlah seperti air yang menetesi batu. Apa maksudnya? Liahatlah
cara kerja air, tidak sekeras batu memang tetapi ketika air tersebut menetes
sedikit-sedikit kepada batu yang keras, lama-kelamaan maka batu itu akan
hancur. Artinya ketika dalam belajar kita harus bersabar seperti air yang
menetesi batu. Setelah Ia mendapat pencerahan dari gurnuyag dam langsung dipraktekkan
oleh Ahmad bin Ali sangat luar biasa hasilnya.
Allahu Akbar, hanya dalam hitunggan
minggu tebuka semua kecerdasanya. Kemarin yang sulit terhadap kitab sahih Al-Bukhori,
ketika di praktekan pesan dari gurunya beliau langsung hafal dalam hitungan
minggu.
Tidak cukup sampai di situ,
kecerdasan Ahmad bin Ali tersebut. Disyarahkan kitab sahih Al-Bukhori tersebut
dengan tulisan yang kecil-kecil yang kelak menjadi buku yang terkenal, yaitu Fathul
Barri yang bukan hanya satu jilid tetapi empat belas jilid. Inilah bukti
jika kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dan bersabar dalam belajar.
Tebuka semua gudang ilmu, karena kita tahu bahwa semua ilmu ada pada sisi Allah
Swt.
Sekarang ubahlah mindset dengan
percaya bahwa ilmu datang dari Allah Swt. Jika ingin berilmu kejarlah
kepada pemilik ilmu yang sebenarnya. Semoga
kita dapat mengamalkan wasiat tersebut bersama, agar kita di mudahkan Allah Swt
dalam menuntut ilmu. Hingga pada saatnya, Allah berkenan memberikan keberkahan
setiap ilmu kepada kita. Kemudian dapat kita manfaatkan bagi sesama kita dan
bagi dunia akhirat kita.
Semoga yang singkat ini bermanfaat dan kurang
lebihnya mohon untuk dimaafkan. Kesalahan datang dari diri saya pribadi dan
kebenaran datangnya dari Allah Swt. والله أعلمُ
بالـصـواب
Billahitaufiq
walhidayah.
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


