Kamis, 11 Mei 2017

Berdoalah II

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Alhamdulillah wasyukurillah Lahaula wala kuwata illabillah, wassalatuwassalamu'alarosulillah 'ammaba'du. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Ilahirobi, yang masih berkenan memberikan kepada kita semua kenikmatannya. Utamanya adalah nikmat iman dan islam. Semoga Allah Swt mempertahankan keimanan dan keislaman kita sampai akhir hayat kita kelak.

Salawat teriring salam juga tidak henti-henti kita sanjungkan kepada nabi agung, yaitu Nabi Muhammad SAW yang membawa kita dari zaman kelam menjadi zaman yang terang benderang. Semoga kita istiqomah selalu meneladani sikap beliau yang sungguh mulia. Aamiin.. Allahumma Aamiin.

Teman-teman rahimakumullah, seperti pada tulisan sebelumnya yang membahas tentang doa. Insyaallah kita akan melanjutkanya dengan dalil yang berbeda. Dalil tentang berdoa terdapat banyak dalam Alquran, antara lain Q.S.2:186,Q.S.7:205,Q.S.8:9,Q.S.40:60 dan juga di banyak hadis-hadis.
Mari kita sejenak membahas sedikit dari ayat yang banyak tersebut.

Allah Swt berfiran dalam Alquran surah ke-40 pada ayat 60 yang artinya.

"...Maka berdoalah kedapa-Ku maka akan Aku kabulkan..." 

Pada ayat ini Allah Swt menyeru kepada kita untuk meminta apapun kepada-Nya. Punya masalah ingin diselesaikan masalahnya silahkan berdoa, ingin punya rezeki lebih silahkan mintakan kepada Allah Swt, ingin mendapat jodoh atau memantapkan hati silahkan berdoa kepada Allah Swt. Jadikanlah setiap sebelum melakukan aktivitas kita mulai dari bangun tidur sampai tidur kita kembali awali semua dengan doa. Insyaallah ketika setiap ativitas yang kita lakukan diawali dengan doa maka akan terdapat keberkahan dan kemudahan didalamnya.

Teman-teman rahimakumullah, kita semua tahu dengan Nabi Musa a.s. Seorang utusan Allah Swt untuk Bani Israil. Bayangkanlah seorang Nabi, yang dapat berbicara langsung dengan Allah Swt, yang selalu dekat dengan Allah Swt, tapi masih berdoa ketika diperintahkan Allah Swt untuk pergi menghadap Firaun. Lalu bagaimana dengan kita? Yang tidak bisa bercakap langsung kepada Allah, yang masih sering lalai, patutkah kita tidak berdoa?

Doa Nabi Musa a.s terdapat dalam surah 20:25-28. Jadikanlah doa itu kebutuhan primer dalam hidup kita, jangan jadikan doa hanya ketika datang masalah saja. Ketika kitamenjadikan doa hanya pada waktu sulit saja, maka Allah Swt akan membuat kita sulit terus. Mengapa begitu? Ya agar kita selalu berdoa kepada-Nya. Jadi jika ingin doa cepat terkabul jangan berdoa ketika butuh saja, tapi jadikan lah doa itu sebagai kebutuhan.

Teman-teman rahimakumullah,terdapat banyak redaksi doa dalam Alquran. Jadi ketika kita ada masalah kesulita bisa kita amalkan doa Nabi Musa tersebut. Ketika ingin betaubat dapat kita amalkan doa dalam Q.S.2:286. Ketika ingin mendapatkan hidangan dari langit silahkan amalkan doa dalam Q.S.5:114 dan masih banyak lagi redaksi doa dalam Alquran yang bisa kita amalkan.

Semoga kita termasung orang-orang yang tak berhenti berdoa kepada-Nya. Mungkin ini yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Semoga bermanfaat untuk diri saya pribadi dan teman-teman sekalian. Kekurangan datangnya dari diri saya dan kebenaran datangnya dari Allah Swt. Terima kasih billahitaufiqwal hidayah

والله أعلمُ بالـصـواب

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar