Jumat, 12 Mei 2017

Jangan Putus Asa dalam Berdoa

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt, yang masih menaungi kita dengan nikmat iman dan islam. Salawat juga teriring salam senantiasa kita curahkan kepada nabi kita, nabi akhir zaman, yaitu Nabi Muhammad SAW. Semoga kita selalu dan senantiasa menghidupi sunnah-sunnahnya hingga akhir hayat kita kelak, aamiin.

Teman-teman sekalian yang berbahagia. Semoga keselamatan selalu Allah limpahkan kepada kita dalam menjalankan aktivitas sehari-hari kita. Dari beberapa tulisan tentang doa sebelumnya, saya banyak menyeru agar kita berdoa kepada Allah Swt. Memang benar doa adalah sesuatu yang menakjubkan bagi orang-orang yang yakin terhadap keajaiban Allah Swt. Dengan berdoa apa yang tidak bisa pasti jadi bisa, asal kita pecaya atas doa yang kita panjatkan.

Dalam sebuah hadis qudsi yang di riwayatkan oleh Al Bukhori dan Muslim yang artinya:

Diriwayatkan dari Abu Hurairah R.a, Rasulullah SAW pernah bersabda:
Allah Ta’ala berfirman, “Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya…. ” (HR. Bukhari & Muslim)

Dari redaksi hadis di atas, Allah menyeru kepada kita agar bersikap optimis dalam setiap aktivitas, termasuklah dalam berdoa kepada-Nya. Apabila kita percaya akan setiap doa kita Allah jawab, pasti akan terjawab. Namun jika kita berfikir bahwa tidak akan terkabul, maka yang akan terjadi tidak ada pengabulan doa yang kita panjatkan. Tapi mohon diingat teman-teman sekalian, Allah pasti mengijabah setiap doa yang dipanjatkan hamba-Nya. Oleh sebab itu mari kita selalu yakin bahwa Allah pasti menjawab setiap doa yang kita panjatkan.

Teman-teman rahimakumullah. Banyak ayat yang berbicara mengenai Allah pasti akan mengabulkan setiap permohonan, seperti Q.S.2:186, Q.S.8:9, dan Q.S.40:60. Jadi mulai saat ini tanamkan bahwa Allah selalu mendengar keluhan-keluhan hamba-Nya.

Ketika kita percaya akan keajaiban Allah Swt, apapun bisa terjadi. Seperti Nabi Ibrahim a.s yang tidak terbakar oleh api, berkat doa dan keyakinannya kepada Allah. Layaknya seperti kisah Nabi Zakariyah a.s, yang tak pernah putus berdoa kepada Allah meski istrinya telah divonis mandul akan tetapi ketika Allah berkehendak, lahirlah seorang anak yang bernama Yahya yang sangat salih. Apakah hanya pada nabi saja itu dapat terjadi? Tidak kawan, karena dalam redaksi ayat Q.S. 2:186, sapaan Allah bukan untuk nabi tapi untuk hamba-hamba-Nya.

Tapi ingat teman-temanku yang insyaallah senantiasa dirahmati Allah Swt. tidak setiap doa itu sesuai dengan yang kita harapkan. Allah mengabulkan doa hamba-Nya itu sesuai keperluanya bukan sesuai keinginan hamba-Nya. Ada 3 cara Allah Swt mengabulkan doa kita, antaralain;

1. Langsung Allah Swt kabulkan sesuai dengan apa yang kita pintakan.
2. Tidak dilangsungkan namun ditangguhkan ketika kita sudah siap.
3. Tidak dijawab sesuai permintaan, tetapi diganti dengan yang lebih baik dari permintaan kita.

Jadi teman-teman sekalian jangan pernah berprasanka bahwa Allah tidak mengabulkan doa kita. Bermuhasabahlah, terkadang Allah Swt sudah menjawab doa kita, namun kita tidak menyadarinya.

Mungkin hanya itu yang dapat saya share pada kesempatan kali ini. Semoga yang singkat ini bermanfaat bagi diri saya dan teman-teman sekalian. Semoga juga, Allah selalu limpahkan karunianya kepada kita semua dan keberkahanya. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Kekurangan datang dari diri saya pribadi, kebenaran datangnya dari Allah. Billahitaufiq wal hidayah

والله أعلمُ بالـصـواب

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Tidak ada komentar:

Posting Komentar