Senin, 08 Mei 2017

Kisah Hikmah

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Hamdan wa Syukru Lillah, salatan wa salaman 'ala Rasulillah 'amma ba'du. Bersyukur kepada Allah Swt  yang menjaga keiman kita sampai saat ini. Salawat beriring salam kita hadiahkan kepada jujungan alam, Nabi akhir zaman Nabi Muhammad SAW. Teman-teman Rahimakumullah, senantiasa saya mendoakan kesehatan dan keberkahan semoga selalu Allah Swt limpahkan kepada kita.


Sahabat rahimakumullah, pada kesempatan kali ini izinkan saya berbagi kisah yang insyaallah kita dapat mengambil hikmahnya. Kisah ini berawal dari sebuah pertanyaan seseorang kepada orang-orang sekampung yang dikumpulkannya. Apa pertanyaan orang tersebut sehingga mengumpulkan orang-orang sekampung tersebut?




Pertanyaan Ia adalah,di mana letak keadilan Allah Swt yang menciptakan syaitan dari api dan manusia dari tanah namun disiksa dengan siksaan yang sama yaitu dengan dibakar?

Adilkah Allah ketika syaitan yang tercipta dari api akan dibakar dengan api juga? apakah ia akan mersakan sakit seperti yang dirasakan sakitnya oleh manusia yang dibakar? Di mana keadilan Allah Swt?


Pertanyaan orang tersebut sulit dijawab oleh orang awam di kampung tersebut. Seorang yang dianggap sebagai tokoh dalam masyarakat tersebut pun tak bisa menjawabnya. Namun di kerumunan orang tersebut ada seseorang yang mengakat tanganya seraya berkata, "Saya akan menjawab pertanyaan Anda?" Ucapnya.



Dia adalah seorang pemuda yang masih beranjak menuju usia dewasa. Orang-orang di keruman tersebut saling berpandang-pandang seakan tak percaya. Orang yang bertanya tadi diminta anak tersebut untuk mendekat kepadanya. Ketika Ia sudah mendekat, tanpa banyak basa-basi langsung pemuda itu menampar orang yang bertanya tersebut.



Terkejutlah orang tersebut dan bertanya, "Mengapa kamu menampar saya?"



"Apakah Anda Merasa sakit?" Tanya pemuda tersebut.



"Ya, tentu kamu menampar dengan kuat!"



"Bagaimana Anda merasa sakit padahal tanggan yang saya gunakan untuk menampar Anda berbahan kulit, dan saya juga menampar pipi Anda yang juga kulit. Bagaimana bisa sama-sama kulit  merasakan sakit?" Tanya pemuda tersebut kepada orang yang bertanya.



Orang-orang di sekitar pun terdiam seakan tak percaya pertanyaan yang sulit tersebut telah dijawab oleh seorang pemuda. Tanpa banyak bicara orang yang bertanya tadi langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.



Pemuda itu bernama Nu'man bin Basyir atau Nu’man bin Tsabit bin Zuta bin Mahan at-Taymi dan sekarang yang kita kenal dengan gelarnya adalah Imam Abu Hanifah. Seorang imam mazhab besar yang terkenal dengan pemahaman ilmu fiqihnya yang luar biasa. Ia lahir di kuffah pada 80 H/ 699M dan meninggal di Bagdad pada tahun148 H/ 767 M.



Dari kisah tersebut banyak hikmah yang dapat kita ambil. Antara lain Allah Swt, sebaik-baik hakim dan sebaik-baik yang membalas perbutan hambanya. Selain itu, Jangan melihat sebelah mata pemuda, boleh jadi umurnya muda namun pemahaman agamanya sangatlah dalam. Semoga Allah Swt mengizinkan kita paham terhadap ajaran agama kita sendiri.



Semoga bermanfaat, kurang dan lebihnya mohon dimaafkan.kesalahan datang dari saya dan kebenaran sepenuhnya milik Allah Swt.


والله أعلمُ بالـصـواب

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar