Kamis, 25 Mei 2017

Kisah Hikmah

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Alhamdulillahirabbil ‘alamin wassalatuwassalamu’ala sayyidil mursalin wa’ala alihi wasohbihi ajma’in, ‘amma ba’du. Puji dan syukur marilah kita panjatkan akan kehadirat Allah Swt, yang atas berkat limpahan rahmat-Nya kita dapat menikmati manisnya iman dan indahnya islam.
Salawat juga salam tak pernah lupa kita hadiahkan kepada jujungan agung kita, nabi akhir zaman, yaitu Nabi Muhammad SAW. Atas perjuangan Beliau kita dapat mengenal islam sebagai agama yang rahmatan lil’alamin. Semoga kita sentiasa selalu menegakkan sunnah-sunnah Beliau hingga akhir hidup kita nanti.
Teman-teman rahimakumullah, pada hari ini saya ingin berbagi sebuah kisah yang menarik. Kisah ini merupakan cara bagaimana belajar dalam islam, terutama semangat dalam menghafal. Nama pemuda ini adalah Ahmad bin Ali, Beliau di kenal pemuda yang cerdas sejak kecil. Namun pada suatu ketika Beliau merasa kesulitan dalam menghafal sebuah hadis Al-Bukhori. Kemudian datanglah Ia menghadap seorang syekh terkemuka di desanya, syekh tersebut merupakan gurunya juga.
Ketika bertemu dengan gurunya, Ia menceritakan kesulitanya dalam belajar. Lantas tanpa ada basa basi lagi, beliau bertanya kepada syekhnya, “Ya Syekh, mengapa akhir-akhir ini saya sangat merasakan sulit dalam menghafal? Rasanya kepala ini seperti batu?” Syekhnya lantas tersenyum dan menjawab pertanyaan pemuda itu dengan tenang
Wasiat Syekh tersebut menjadi awal mula julukan kepada Ahmad bin Ali kelak. Gurunya mewasiatkan kepada beliau bahwa, jika kamu ingin mudah dalam belajar baik itu menghafal atau apapun yang hubungannya dengan ilmu pengetahuan. Pertama yang harus kamu lakukan adalah tingkatkan ketakwaanmu kepada Allah Swt.
Masyaallah, ternyata pesan pertama sederhan teman-teman. Mungkin kalian banyak yang berfikir bahwa kalau mau pintar yah langkah awalnya adalah belajar, atau banyak membaca? Itu memang benar tidak boleh disalahkan. Namun ada yang lebih utama, yaitu sebelum belajar kita harus meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Ketika kita dapat meingkatkan ketakwaan, maka  tidak perlu bersusah-payah dalam belajar Allah langsung yang mengajarkan kita dan membukakan gudangnya ilmu kepada kita.
Nasihat ini sesuai dengan sebuah ayat dalam Alquran, pada surah 2 Al-Baqarah ayat ke-282 pada ujung ayatnya.
“Dan betakwalah kepada Allah, dan Allah akan mengajarkanmu..” Q.S.2:282.
Ketika kita sudah meningkatkan takwa kepada Allah, maka Allah langsung yang ajarkan kita. Dalam artian Allah memudahkan kita menyerap ilmu-ilmu yang kita peroleh baik dari guru, dari teman, sahabat, atau alam sekitar kita. Lantas apa arti bertakwa tersebut? Secara sederhana definisi takwa adalah, menjalankan segala yang diperintahkan Allah Swt kepada kita dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya.
Nasihat kedua dari gurunya adalah, belajarlah seperti air yang menetesi batu. Apa maksudnya? Liahatlah cara kerja air, tidak sekeras batu memang tetapi ketika air tersebut menetes sedikit-sedikit kepada batu yang keras, lama-kelamaan maka batu itu akan hancur. Artinya ketika dalam belajar kita harus bersabar seperti air yang menetesi batu. Setelah Ia mendapat pencerahan dari gurnuyag dam langsung dipraktekkan oleh Ahmad bin Ali sangat luar biasa hasilnya.
Allahu Akbar, hanya dalam hitunggan minggu tebuka semua kecerdasanya. Kemarin yang sulit terhadap kitab sahih Al-Bukhori, ketika di praktekan pesan dari gurunya beliau langsung hafal dalam hitungan minggu.
Tidak cukup sampai di situ, kecerdasan Ahmad bin Ali tersebut. Disyarahkan kitab sahih Al-Bukhori tersebut dengan tulisan yang kecil-kecil yang kelak menjadi buku yang terkenal, yaitu Fathul Barri yang bukan hanya satu jilid tetapi empat belas jilid. Inilah bukti jika kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dan bersabar dalam belajar. Tebuka semua gudang ilmu, karena kita tahu bahwa semua ilmu ada pada sisi Allah Swt.
Sekarang ubahlah mindset dengan percaya bahwa ilmu datang dari Allah Swt. Jika ingin berilmu kejarlah kepada pemilik ilmu yang sebenarnya.  Semoga kita dapat mengamalkan wasiat tersebut bersama, agar kita di mudahkan Allah Swt dalam menuntut ilmu. Hingga pada saatnya, Allah berkenan memberikan keberkahan setiap ilmu kepada kita. Kemudian dapat kita manfaatkan bagi sesama kita dan bagi dunia akhirat kita.
Semoga yang singkat ini bermanfaat dan kurang lebihnya mohon untuk dimaafkan. Kesalahan datang dari diri saya pribadi dan kebenaran datangnya dari Allah Swt. والله أعلمُ بالـصـواب
Billahitaufiq walhidayah.


وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar