السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt, yang masih berkenan memberikan kepada kita nikmatn-Nya. Nikmat yang paling utama adalah Iman dan Islam. Andai Allah Swt cabut keimanan kita niscaya kita akan celaka di akhirat kelak. Oleh karena itu, marilah mensyukuri nikmat iman ini dengan selalu menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan segala laranganya.
Salawat teriring salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. Berkat perjuangan dan dedikasinya kita dapat menikmati indahnya iman dan damainya islam. Semoga kita menjadi umat setia beliau, dan senantiasa mengikuti sunnah beliau hingga akhir hayat kita nanti. Sehingga kita dapat dipertemukan bersama beliau di surga Allah kelak. Aamiinn Ya Robbal 'alamin.
Allah berfiriman di dalam Alquran surah Ibrahim ayat 7:
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya akan Aku tambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu ingkari (nikmat-Ku), maka azab-Ku sangat berat" Q.S.14:7.
Nikmat, sebuah kata yang sangat besar manfaatnya. Namun terkadang kita sering lupa dengan kata tersebut. Nikmat sangat kita perlukan dalam menjalani kehidupan di dunia ini, agar mudah dalam menjalankan setiap aktivitas kita. Allah Swt senantiasa memberikan nikmat-Nya kepada umat manusia. Akan tetapi sebagai manusia yang doif (lemah) kita sering lalai terhadap nikmat yang Allah Swt berikan kepada kita. Sering tampaknya kita mengabaikan nikmat yang diberika-Nya kepada kita.
Nikmat yang paling penting yang Allah anugrahkan kepada kita antaralain:
1. Nikmat Iman.
Sejauh mana kita mensyukuri nikmat iman yang Ia anugrahkan kepada kita? Sudahkah kita menjalankan perintah-perintah-Nya secara kaffah? atau kita hanya mengaku beragama islam tapi tidak menjalankan perintah-perintah-Nya? Malu rasanya diri ini, ketika Allah masih berkenan menitipkan iman dalam jiwa dan hati kita, namun kita tidak mensyukurinya dengan menjalankan segala perintahnya secara kaffah. Tidakkah kita sudah mengkufuri nikmatnya? Ya Allah ampuni kami Ya Allah yang belum sempurna keimanan kami, jangan engkau cabut Ya Allah nikmat keimanan dalam diri kami Ya Allah.
Teman-teman seiman, marilah kita selalu menjaga keimanan kita, dan jangan sampai Allah mencabut keimanan kita. Karena ketahuilah jikalau kita kehilangan barang-barang, kita masih bisa kita membeli kembali, kalau kehilangan uang, masih bisa bekerja lagi. Namun kawan, ketika iman sudah hilang mau kita beli di mana? Uang tidak bisa membeli keimanan. Meskipun uang kita bagaikan gunung tetap kita tidak bisa membeli iman. Karena keimanan itu hak prerogatifnya Allah. Intan yang paling mahal dan mutiara yang paling berharga itu mahal. Akan tetapi iman jauh lebih mahal dari keduanya.
2. Nikmat Sehat.
Sudahkah kita memanfaatkan kesehatan kita dengan benar? Atau kita hanya bersenang-senang dengan kesehatan yang Allah Swt berikan kepada kita? Ingat sebuah pepatah mengatakan, manfaatkan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Hari ini masih banyak orang yang terbaring sakit ingin merasakan nikmat sehat. Teman-teman rahimakumullah, manfaatkan waktu sehat kita dengan sebenar-benarnya, sebelum Allah mencabut nikmat sehat dalam diri kita ini.
Jangankan sakit yang berat, ketika kita merasakan sakit gigi saja terkadang kita merasa tidak nyaman bukan? Makan tidak nyaman, tidur tidak nyaman, apalagi berjalan. Banyangkan, itu hanya nikmat sehatnya gigi yang Allah cabut? Lalu bagaimana jika tangan yang tak dapat bergerak? Mata tak dapat lagi melihat? Telinga yang tak lagi bisa mendengar? Tubuh yang tak mampu lagi bekerja? Oleh karena itu, selama sehat masih Allah anugrahkan maka jangan kita sia-siakan begitu saja waktu sehat kita.
Teman-teman rahimakumullah. Andai kita ingin menghitung nikmat yang Allah berikan kepada kita niscaya kita tidak dapat menghitungnya. Allah Swt berfirman yang artinya:
"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah niscaya kamu tidak dapat menghitungnya..." Q.S.16:18.
Janji Allah Swt adalah benar adanya, manusia sangat terbatas namun nikmat Allah sangatlah luas. Sudahkah kita mengucapkan hamdalah pada hari ini? Jika belum ucapkanlah dan ingat kembali nikmat yang Allah berikan kepada kita hari ini.
Sahabat Abu Hurairoh pernah meriwayatkan Hadis bagaimana agar kita menjadi hamba yang bersyukur, ini tertulis dalam sahih Al Bukhori hadis no 6490, yang artinya sebagai berikut,
"Lihatlah kepada orang-orang yang lebih rendah
daripada kalian, dan janganlah kalian melihat kepada orang-orang yang berada di
atas kalian, karena yang demikian itu lebih patut bagi kalian, supaya kalian
tidak meremehkan nikmat Allâh yang telah dianugerahkan kepada kalian.” H.R Al Bukhori dan Muslim.
Teman-teman rahimakumullah, cara mensyukuri nikmat Allah salah satunya dengan melihat orang yang lebih rendah dari pada kita. Ingat bukan melihat orang rendah dari kita TETAPI melihat orang yang berada dibawah kita. Ini artinya ketika kita memiliki mobil, lihatlah mereka yang hanya memiliki motor. Ketika kita memiiki motor lihatlah mereka yang hanya bersepeda. Yang masih bersepeda lihatlah yang hanya berjalan kaki, dan begitu seterusnya. Indahnya kalau kita selalu bersyukur, pasti Allah akan menambah nikmat-Nya kepada kita.
Semoga yang singkat ini bermanfaat dan dapat menjadi renungan buat pribadi saya dan teman-teman sekalian. Semoga kita termasuk orang-orang yang mensyukuri nikmat Allah selalu dan juga semoga Allah berkenan selalu melimpahkan nikmat-Nya kepada kita semua. Aamiin... aamiin Ya Robbal 'alamin.
Yang benar datang dari Allah Swt, kekeliruan datang dari diri saya pribadi, Billahitaufik wal hidayah
والله أعلمُ
بالـصـواب
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar